Strategi PT Danareksa Finance Menjaga Pertumbuhan Aset Melalui Kolaborasi dengan Industri Perbankan


...
Manajemen serta Karyawan PT Danareksa Finance dan PT Bank Permata

Jakarta 17 Maret 2022 – Peran perusahaan pembiayaan di dalam ekosistem sektor jasa keuangan menjadi semakin penting di saat pertumbuhan kredit sektor produktif secara umum masih relatif rendah sebagai dampak dari pandemi yang berkepanjangan. Sehingga pertumbuhan aset produktif tersebut perlu untuk terus ditingkatkan dan dijaga kualitasnya.

Bagi perusahaan pembiayaan, hal tersebut mensyaratkan pendanaan dari pasar keuangan yang berkelanjutan. Dan salah satu strategi PT Danareksa Finance (“Danareksa Finance”) untuk menjaga pertumbuhan aset produktif tersebut dari sisi pendanaan adalah melalui kolaborasi dengan industri perbankan.

Pada hari ini, Danareksa Finance telah menandatangani Perjanjian Pemberian Fasilitas Pendanaan dari PT Bank Permata Tbk. (“PermataBank”). Acara penandatanganan dilakukan secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Direktur Utama PT Danareksa Finance, Bonifacius Prasetyo mengatakan, “Pendanaan dari perbankan merupakan salah satu strategi kami untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, selain juga yang telah kami rencanakan yaitu penerbitan surat utang berbentuk Medium Term Notes (MTN) pada kuartal ke-3 tahun 2022 ini, menyusul diperolehnya Corporate Rating idA- dengan stable outlook dari PT Pefindo pada 1 September tahun 2021 yang lalu”.

“Pemberian fasilitas pendanaan dari PermataBank kepada Danareksa Finance merupakan kepercayaan perbankan milik asing yang diberikan kepada kami untuk mengelolanya secara prudent”. “Ke depannya, kolaborasi dengan industri perbankan dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2022 yang mencerminkan dua dari lima prioritas utama BUMN yaitu Peningkatan Investasi dan Inovasi Model Bisnis dapat dicapai”, tambah Bonifacius.

“Pendanaan dari perbankan secara umum dapat berbentuk fasilitas credit line yang berjangka waktu panjang dan/atau money market line yang berjangka waktu lebih pendek. Ini dilakukan agar tercipta fleksibilitas antara kebutuhan pembiayaan nasabah dan ketersediaan pendanaannya, sehingga Danareksa Finance dapat tetap memberikan solusi bagi nasabah dan secara cash flow internal tidak mengalami mismatch jangka waktu antara asset dan liability”, jelas Bonifacius.

Direktur Wholesale Banking PermataBank, Darwin Wibowo mengatakan, “PermataBank selaku institusi perbankan pertama yang memberikan fasilitas pinjaman kepada Danareksa Finance menyambut baik kerja sama yang terjalin. Melalui kerja sama ini kami harap dapat mendukung strategi pertumbuhan asset dan memperkuat berbagai pelaksanaan program pemerintah pusat dan daerah yang menjadi fokus pembiayaan Danareksa Finance yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia. Sebagai bank universal, PermataBank yakin perjanjian ini nantinya juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia.”

Sebagai informasi lebih lanjut, pencapaian kinerja keuangan PT Danareksa Finance tahun 2021 dapat dikatakan baik di tengah kondisi ketidakpastian bisnis karena dampak dari pandemi. Hal ini ditunjukkan antara lain dengan Laba Bersih yang meningkat 16% dari tahun sebelumnya dan BOPO yang dijaga cukup rendah dibandingkan industri yaitu 66% serta NPF Netto yang dikelola di bawah 1,00% yaitu 0,56%.

“Pencapaian kinerja keuangan ini dapat dicapai berkat arahan dan dukungan dari Pemegang Saham serta kolaborasi dengan stakeholders lainnya“, tutup Bonifacius.


...
Penandatanganan Perjanjian Pemberian Fasilitas Pendanaan
...
Rina Diana, Head of Financial Istitution PT Bank Permata dan Bonifacius Prasetyo, Direktur Utama PT Danareksa Finance